Selasa, 31 Agustus 2010

Rasa Itu

Ketika Rasa itu hadir kembali...
Semua terasa begitu sunyi dan sepi...
Dan seperti biasa ketikaku merasakanya...
Aku akan menghasilkan karya...


Aku memang suka menulis tentang rasa...
Apa yang aku amati, apa yang aku alami, semua mempunyai makna...
Semua seolah begitu indah dan mengundang tanya...
Bertanya mengapa semua bisa terjadi dan ada...


Manusia memang dicipta dengan penuh rasa...
Maha Karya dari sang Pelukis Agung yang luar biasa...
Dalam diri manusia tidak ada yang biasa saja...
Semua itu sempurna adanya...


Manusia memiliki perasaaan...
Manusia diajak untuk memberi sentuhan dalam kehidupan...
Manusia diajak untuk mencari kebahagian...
Dengan terus belajar dari Sang Guru kebijaksanaan...


Manusia diberkati dengan perasaan...
Supaya bisa menikmati suka dan duka kehidupan...
Berenang dan tenggelam dalam pergumulan dan permasalahan...
Lalu belajar untuk mengandalkan Tuhan...


Manusia dan Rasa...
Memberi makna supaya hidup tidak biasa...
Menciptakan karya dan karsa...
Bagi Allah yang Maha Kuasa...

Senin, 30 Agustus 2010


"It's useless to show how much you care for someone when that person is too busy getting someone else attention."

aku (dan anak-anak) membutuhkanmu

Mungkin selama ini kamu merasa tidak berarti bagiku...
Mungkin selama ini kamu merasa aku mandiri dan tidak membutuhkanmu...
Aku terlalu luar biasa...
Aku terlalu sempurna...

Kamu merasa aku telah mempunyai semuanya...
Kamu merasa aku bisa segalanya...
Aku tidak membutuhkan orang lain...
Aku tidak memerlukan dukungan dan bantuan...

Ketahuilah:

Aku membutuhkanmu...
Aku memerlukan bantuanmu...
Mari kutunjukkan...
Mari kujelaskan...

Kamu tahu bahwa karierku tidak akan selamanya berjalan sesuai harapan...
Aku membutuhkan pengertian...
Ketika keadaan sulit...
Dan aku harus lebih irit...

Ketika aku terlalu asik dengan pekerjaan...
Aku juga membutuhkan kamu yang mengingatkanku untuk berhenti sejenak dan pergi makan...
Kamu juga perlu tahu bahwa dibalik keceriaanku...
Pasti ada masa-masa sepi... kesepian... dan aku membutuhkanmu untuk menemaniku...

Ketika aku sedang mengalami masa-masa sendu...
Aku juga membutuhkanmu dengan kata-kata yang membangkitkan semangatku...
Aku juga membutuhkanmu untuk menemani aku mensyukuri kehidupan ini...
Aku memilihmu karena aku ingin kita bersama mensyukuri nikmat dan kebersamaan ini...

Aku ingin berbagi pengalaman hidupku denganmu...
Dan kamu juga bisa berbagi ceritamu kepadaku...
Ya, cerita apa saja...
Sedih dan gembira...
Suka dan duka...
Dan kita berbagi tawa dan tangis bersama...

Aku membutuhkanmu untuk melahirkan anak-anak kita...
Sebagai buah dari cinta kita...
Aku membutuhkanmu untuk mendidik anak-anak kita...
Supaya kelak mereka menjadi manusia yang berguna bagi Sang Pencipta...


Aku membutuhkanmu sebagai bunda...
Menemani anak-anak bermain dan bercanda...
Bertumbuh dalam kasih orangtua yang penuh cinta...
Menemani anak-anak memasuki alam tidur dalam bahagia...

Melihat senyum puas pada tidur pulas mereka...
Karena mereka tahu kedua orangtuanya begitu sayang pada mereka...

Sayangku...
Aku dan anak-anak membutuhkanmu...
Sayangku...
Kau sungguh berarti dalam hidupku...



http://ceritaeka.com/2010/08/20/kuis-agustus-di-ceritaeka/

Minggu, 29 Agustus 2010


Never ignore a person who loves and cares for you.
One day you may realize you've lost the moon while counting the stars.
Some people only know scripture. 
Those who know Jesus know everything because He reveals it to them. 
You can only know Jesus by revelation. 
If you have not met Him and He does not dwell in you, you will never know Him.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Yesus, kedamaianku

Setelah mengikuti misa harian di Shekinah, dalam perjalanan menuju rumah, aku mendapati diriku bersenandung menyanyikan lagu-lagu pujian. Aku baru menyadari, selama ini seringkali setelah mengikuti Perayaan Ekaristi aku suka bernyanyi atau menyenandungkan lagu-lagu pujian.


Aku menyanyikannya dengan begitu saja, mengalun begitu saja dalam mulutku. Ya, Ekaristi menjadikan diriku tenang dan damai. Dan perasaan tenang itu membuat diriku menyanyikan lagu pujian, pujian yang datangnya dari jiwa yang tenang, jiwa yang telah disegarkan kembali berkat daya Ekaristi.


Malam tadi, saat pertemuan komunitas, kami mendoakan senakel dan membaca renungan. Dalam renungan pesan Bunda Maria, ada satu kalimat yang sangat menarik bagiku. Kalimat itu berbunyi "Yesus, memberimu kedamaian". Aku segera disadarkan bahwa Yesus, yang hadir dan ku terima secara nyata dalam Ekaristi dalam wujudnya berupa roti dan anggur sungguh memberiku damai, bukan hanya damai, tetapi kepenuhan kedamaian.


"The spirit of Eucharistic love
will make you refer everything to the Holy Eucharist,
for the Eucharist is the summary of all marvels.
It is the permanent mystery in which we find all others...
God is immense, the universe is filled with God's presence,
but the Eucharistic soul
prefers to search and find God where He is sacramentally.
Just as the eagles assemble where the body is,
so also Eucharistic souls
are attracted instinctively, easily, and habitually to the Holy Eucharist.
Therein is their happiness, their peace;
there they find a supernatural knowledge of all things."


~ St. Peter Julian Eymard ~

Kamis, 26 Agustus 2010

Mengapa Kau Pergi

Mengapa kau pergi...
Meninggalkan diri ini...

Mengapa kau pergi...
Saat aku mulai menikmati rasa ini...

Mengapa kau pergi...
Saat aku terbiasa dengan cinta ini...

Mengapa kau pergi...
Dan tidak ada kabar lagi...

Mengapa kau pergi...
Seolah tidak pernah ada yang terjadi...

Mengapa kau pergi...
Saat kau ada di hati ini...

Mengapa kau pergi...
Dan tidak pernah kembali...

Mengapa kau pergi...
Salahkah dengan diriku ini...

Mengapa kau pergi...
Tanpa ada penjelasan atas semua ini...

Mengapa kau pergi...
Mengapa.... Mengapa...