Tampilkan postingan dengan label DIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

untuk apa aku dendam

Kau lukai sampai ke relung hatiku...
Kau hancurkan cermin kepercayaanku...
Tak lagi ada yang bisa kukatakan...
Tak ada lagi yang perlu kulakukan...

Kau telah begitu merobek hatiku...
Seperti serpihan kertas yang tak berarti...
Kau lumatkan utuhnya perasaanku...
Dengan tindakan yang tak pernah kumengerti...

Aku tidak pernah tau isi kepalamu...
Aku tidak pernah tau apa perasaanmu ketika itu...
Kecewaku, pasti...
Marah pun bisa jadi...

Benci dalam benakku...
Sakit hati berbaur menjadi satu...
Tapi dendam nanti dulu...
Untuk apa semua itu...

Dendam seperti duri dalam hatiku...
Yang terus melukai hatiku...
Tusukannya membuat ngilu...
Menjadikan perasaan haru biru...

Untuk apa aku dendam...
Kalau itu semua hanya dipendam...
Lebih baik aku mengampunimu...
Karena Allah juga mengasihimu...

Aku tau itu tak pernah mudah...
Tapi aku selalu percaya...
Suatu saat semua akan berubah...
Jika kita mau berserah...

Karena Allah tidak pernah menyesal terhadap kita...
Walau banyak dosa kita...
DIA tak pernah juga dendam pada kita...
Atas siksa yang telah DIA derita...

--untuk apa aku dendam padamu, kalau DIA saja telah mengampuni aku dan kamu --


Jumat, 10 September 2010

Palungan

Di palungan IA berada...
Bukan di hotel yang mewah...
Karena IA bersahaja...
Walau IA adalah anak Allah...

IA datang ke dunia...
Bukan untuk dilayani kita...
Melainkan untuk melayani manusia...
Supaya yang percaya tidak binasa...

IA hadir dalam rupa kita...
Karena ingin merasa hidup seperti manusia...
IA sama dengan kita...
Kecuali dalam hal dosa...

Bayi mungil di palungan...
Tertidur pulas dalam pelukan...
Sungguh inilah penggenapan dari firman...
Supaya manusia diselamatkan...


Selasa, 07 September 2010

Sang Penolong

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari kekhawatiran...
Dengan membisikkan kata-kata yang menenangkan...

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari keraguan...
Dengan membisikkan kata-kata yang memberi kepastian...

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari kemarahan...
Dengan membisikkan kata-kata yang melembutkan hati...

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari kesalahanku...
Dengan membisikkan kata-kata yang memberi pengampunan...

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari kesendirian...
Dengan membisikkan kata-kata yang mengingatkan Tuhan selalu menyertaiku...

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari keputusasaan...
Dengan membisikkan kata-kata yang memberi harapan baru...

Aku butuh seorang penolong...
Yang menolongku dari kemalasan...
Dengan membisikkan kata-kata yang menyemangati...


Aku butuh seorang penolong...
Dan aku tau hanya Yesus...
Sang Penolong sejati...
Yang sanggup melakukan itu semua...

aku murid DIA

aku mau belajar dari Yesus cara berdoa...
Karena Ia sungguh setia dalam doaNya...

aku mau belajar dari Yesus cara mengajar...
Karena Ia mengajar dengan hikmat dan kuasa...

aku mau belajar dari Yesus cara menegur...
Karena Ia menegur dengan penuh wibawa...

aku mau belajar dari Yesus cara mengampuni...
Karena Ia mengampuni dan tidak lagi mengingat-ingat kesalahan orang...

aku mau belajar dari Yesus cara mengasihi...
Karena Ia mengasihi dengan memberikan diri...

aku mau belajar...
Dan Yesuslah guruku...

Sabtu, 04 September 2010

Tok...tok... Ini Aku...

Tok...tok...
Ini Aku...
yang sedang mengetuk pintu hatimu...
Maukah kau membukanya untukKu...

Tok...tok...
Ini AKu...
Aku ingin masuk kedalam hatimu...
Dan memberi engkau hidup yang baru...

Tok...tok...
Ini Aku...
Aku ingin membersihkan hatimu...
Yang kotor karena iri hati dan dengki...

Tok...tok...
Ini Aku...
Yang ingin membuka jendela hatimu...
Supaya ada kesegaran baru dalam hidupmu...

Tok...tok...
Ini Aku...
Aku ingin mengisi hatimu...
dengan kasihKU yang sempurna...

Tok...tok...
Ini Aku...
Aku ingin menetap dalam hatimu...
Dan berkarya dalam dirimu...

Tok...tok...
Ini Aku...
Tuhanmu...
Allahmu...



Selasa, 10 Agustus 2010

Tuhan ajari aku

Tuhan ajari aku untuk menghitung...
Terutama untuk menghitung berkatMU setiap hari...

Tuhan ajari aku untuk mengampuni...
Terutama untuk mengampuni mereka yang bersalah kepadaku...

Tuhan ajari aku untuk mendoakan...
Terutama untuk mendoakan mereka yang sangat membutuhkan...

Tuhan ajari aku untuk memberi...
Terutama untuk memberi mereka yang kekurangan...

Tuhan ajari aku untuk mengasihi...
Terutama untuk mengasihi mereka yang terlantar dan terluka...

Tuhan ajari aku untuk menghibur...
Terutama untuk menghibur mereka yang berduka...

Tuhan ajari aku untuk menjadi muridMU...
Karena hanya Engkaulah Sang Guru sejati...

Rabu, 04 Agustus 2010

Suara Sang Gembala

Dari kejauhan kudengar sayup-sayup suaraMu...

Aku tau itu Engkau, Gembalaku...

Yang memanggil aku dombaMU...

Aku mengenali suaraMU...

Kau membawaku ke padang rumput hijau...

Hamparannya luas membentang membuatku terpukau...

Sungguh tempat yang melimpah akan berkatMU...

Gembalaku, ajar aku untuk selalu mendengar suaraMU...

Dan juga turut pada bimbinganMU...

Gembalaku, bawa aku ke tempat kudusMU...

Dimana aku bisa berbaring dalam pelukan kasihMU...


menjaga api cintaNYA

Tuhan telah menyalakan api cintaNYA dalam hatiku...
Kini aku bertugas menjaganya...
Menjaganya supaya tidak menjadi padam...
Menjaganya supaya tetap membawa terang...

Tuhan telah menyalakan api cintaNYA dalam hatiku...
Cahayanya tidak terlalu terang pada awalnya...
Tetapi aku harus menjaganya...
Walau pudar tapi harus tetap bercahaya...

Tuhan telah menyalakan api cintaNYA dalam hatiku...
Kadang angin dan badai berusaha memadamkannya...
Tapi aku terus menjaganya dengan iman yang kupunya...
Menjaganya supaya tetap bercahaya disaat-saat terkelam...

Tuhan telah menyalakan api cintaNYA dalam hatiku...
Kini aku bertugas menjaganya...
Menjaganya supaya tidak padam...
Menjaganya supaya tetap membawa terang...

Tuhan telah menyalakan api cintaNYA dalam hatiku...
Kini aku bertugas menjaganya...
Bahkan aku harus mengkobarkan apiNya...
Karena api kasihNya-lah yang membawa harapan bagi dunia...



Kisah Sang Pencari Allah

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di kerimbunan hutan belantara...
Namun tak ku temukan DIA...

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di kedalaman palung samudera...
Namun tak ku temukan DIA

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di luas padang rumput membentang...
Namun tak ku temukan DIA...

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di keganasan padang pasir...
Namun tak ku temukan DIA...

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di balik derasnya air terjun...
Namun tak ku temukan DIA...

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di teriknya Sang Mentari...
Namun tak ku temukan DIA...

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA di lembutnya Sang Rembulan...
Namun tak ku temukan DIA...

Aku sang pencari Allah...
Kucari IA dalam ketenangan relung hatiku...
Barulah kutemukan DIA...
Sebab aku adalah bait Allah dan Roh Allah diam dalamku...
Dan melalui keheningan aku menemukanNYA, IA yang selama ini kucari...

Selasa, 03 Agustus 2010

Tuhan lebih tau

Ku pinta padaMU rembulan yang indah...
Kau beri aku mentari yang cerah...

Ku mohon kau beri aku kesabaran...
Yang datang malah ujian hidup yang beruntun...

Ku minta Kau tinggal denganku...
Kau malah naik ke Surga meninggalkanku...

Ku berdoa supaya bahagia...
Mengapa derita selalu ada...

Melalui doa dan sahabat perlahan aku menyadari...
Kau beri aku mentari karena rembulan adalah bayangan mentari...
Kau beri aku ujian supaya aku belajar dan akhirnya mendapat kesabaran...
Kau pergi ke Surga untuk menyediakan rumah yang kekal bagiku...
Kau beri aku derita supaya aku bisa bersyukur di saat bahagia...

Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang ku pinta...
Tapi Tuhan selalu tau yang terbaik untukku...
Tuhan tidak selalu menuruti mauku...
Tapi Tuhan selalu memenuhi kebutuhanku...


Yang kuinginkan hanya ENGKAU, Tuhan

Kuasa memang menawarkan kemudahan...
Tapi Kuasa selalu datang pergi bergantian...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kekuasaan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...

Harta memang menawarkan kesenangan...
Tapi cinta harta mendatangkan keserakahan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kebahagiaan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...

Dunia memang menawarkan segalanya...
Tapi dunia tidak kekal selamanya...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Keabadian sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...

Daging memang selalu mencari kenikmatan...
Tapi daging seringkali terlalu banyak kelemahan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kekuatan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...

Iblis memang selalu menggoyahkan dengan godaan...
Tapi Iblis tak berdaya dihadapan Tuhan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kemenangan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...

Senin, 02 Agustus 2010

Sang Kasih yang memberi diri

Seorang pria...
Sederhana...
Bersahaja...
Penuh Kharisma...

Melayani karena cinta...
Menyembuhkan karena iba...
Menyelamatkan dengan menderita...
Menawarkan keselamatan bagi sesama...

Ia adalah Allah...
Allah yang menjadi manusia...
Ia adalah Allah...
Allah yang mengambil rupa seorang hamba...

Dunia tidak mengenal DIA...
Dunia menolak DIA...
Tetapi Ia mengasihi dunia...
Oleh karena kitalah Ia menderita...

Ia disiksa..
Ia didera...
Ia menderita...
Ia dihina...

Pada puncak penderitaanNya...
Disaliblah ia berada...
Memandang mereka yang menyerahkanNya...
Bersimbah darah dan luka...

Namun pada hari ketiga...
Ia menggenapi janjinya...
Ia bangkit dari alam baka...
Naik dalam kemuliaan Surga...

Ia menyiapkan tempat bagi kita...
Roh Kudus diberikanNya pada kita...
Supaya kita tetap setia...
Sampai kita bersama DIA selamanya...


Memandang DIA

Saat hari baru tiba...
Mentari menyapa...
Berkat baru tersedia...
Saatnya kumemandang DIA...

Malam menjelang...
Mentari telah berpulang...
Bumi beristirahat...
Saatnya kumemandang DIA...

Ketika duka...
berderai air mata...
Seolah-olah semua tak berharga...
Saatnya kumemandang DIA...

Kala Suka...
Semua begitu Indah...
Dunia pun tersenyum bahagia...
Saatnya kumemandang DIA...

Setiap Masa...
Setiap Rasa...
Kiranya kuselalu memandang DIA...
Karena teringat betapa KasihNYA yang Sempurna...


Minggu, 01 Agustus 2010

Ruang Sunyi dalam Hati

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Ada suka...
Ada pula duka...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Ada yang indah dikenang...
Ada yang tak sepatutnya terkenang...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Tersanjung...
Terhibur...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Terluka...
Tertusuk...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
dari belia...
sampai tutup usia...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
namun ada satu ruang sunyi...
ruang sunyi yang tidak terganti...

Ruang Sunyi dalam hati...
Yang hanya diisi oleh Allah sendiri...
Sebab hati adalah bait Allah yang suci...
Tempat Allah bertahta dan memberkati...

Sabtu, 31 Juli 2010

Kasih yang Menyinari

Berjemur di alam terbuka...
Menikmati hangatnya pelukan mentari...
Bersama Sang Alam...
Menikmati cerahnya pancaran wajah mentari...

Pancaran Sinar Mentari...
Menyinari seluruh permukaan bumi...
Hanya yang bersembunyi...
Yang tidak bisa menikmati...

Pancaran Sinar Mentari...
Memberi kehangatan di pagi hari...
Pancaran Sinar Mentari...
Memberi sukacita di dalam hati...

Kasih Tuhan layaknya Sang mentari....
S'lalu menyinari...
S'lalu melingkupi...
S'lalu memberkati...

Kasih Tuhan layaknya Sang mentari...
S'lalu membangkitkan...
S'lalu menghangatkan...
S'lalu menyemangatkan...


Alpha dan Omega

Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang menciptakan langit dan bumi...
Engkau juga yang akan mengakhiri...

Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang menciptakan manusia...
Engkau juga yang memanggilnya kembali...

Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memulai kehidupan...
Engkau juga yang membangkitkan pada harinya...

Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memberi...
Engkau juga yang mengambil kembali...

Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memulai...
Engkau juga yang akan mengakhiri segalanya...
Amin...


Jumat, 30 Juli 2010

-Bilik Rekonsiliasi-

Ku langkahkan kakiku...
Masuk ke dalam ruang pengakuan...
Ku mantapkan hatiku...
Mohon Pengampunan dari Tuhan...

Ku tutup pintu ruang pengakuan...
Ku buka hatiku pada Tuhan...
Ku akui segala salah dan khilafku...
Kar'na ku tau Tuhan mengendaki itu...

Tuhan, aku benci dosaku...
Tuhan, aku menyesali dosaku...
Tuhan, ini pintaku kepadaMU...
Sucikan dan kuduskanlah aku...

Tuhan, kemana lagi aku kembali...
Kalau tidak kepadaMu, ya Allahku...
Tuhan kemana aku harus pergi...
Kalau tidak kepada Engkau, yang memeliharaku....

Tuhan ampunilah dosaku...
Kubayar semua penitensiku...
Kuterima absolusi yang memberkatiku...
Supaya aku semakin dekat erat padaMU...

Terima Kasih, Tuhan...
Pengampunan yang KAU b'ri....
Kini t'lah pulihkanku...


Kamis, 29 Juli 2010

Musim Berganti



Musim berganti...
Allah tidak berganti...
Musim berganti...
Allah tetap setia menanti...

Musim berganti...
Allah tidak berhenti...
Musim berganti...
Allah tetap memberkati...

Musim berganti...
Allah tetap mengerti...
Musim berganti...
Allah tetap perduli...

Musim berganti...
Allah tetap abadi...
Musim berganti...
Allah tetap Illahi...

Yang Satu

Kau yang Esa...
Kau yang mulia...
Kau yang perkasa...
Kau yang disebut Alfa dan Omega...

Kau yang setia...
Kau yang bijaksana...
Kau yang berkuasa...
Kau yang bertahta...

Kau yang menyelidiki...
Kau yang mengadili...
Kau yang menghakimi...
Kau yang mengampuni...

Kau yang perduli...
Kau yang mengerti...
Kau yang memberi...
Kau yang mencukupi

Kau yang memerintah...
Kau yang disembah...
Kau yang terindah...
Kau yang termegah...

Kau yang diagungkan...
Kau yang diluhurkan...
Kau yang dibesarkan...
Kau yang ditinggikan...

Kau yang dahsyat...
Kau yang bersahabat...
Kau yang berhikmat...
Kau yang berdaulat...

Kau yang satu...
Allah pemersatu...
Sumber kuatku...
Gunung batu dan keselamatanku...


Insani dan Illahi

Dalam diri ada dua sisi......
Insani dan Illahi...

Memulai hari dengan lari pagi....
juga berdoa di misa pagi...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Hendak menutup hari dengan mimpi....
Tidak lupa menyapa Sang Illahi....
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Sibuk kerja sana sini....
Tidak lupa Sang Pemberi Riz'ki...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Mau menang atas diri sendiri....
Tapi juga belajar mengasihi...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Mau mementingkan diri sendiri....
Tapi juga tahu pentingnya memberi diri...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Banyak dosa silih berganti....
Tidak lupa minta Allah mengampuni...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Kadang merasa hanya sendiri...
Kadang merasa Tuhan menyertai...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Mengandalkan kekuatan sendiri...
Juga memohon pertolongan Illahi...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Niat hati mau korupsi...
Setelah termenung jadi malu hati...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Kadang dugem sampai pagi...
Jadi malu kalau sudah meditasi...
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Kadang merasa hidup tak berarti....
Tapi percaya semua Indah pada waktuNya nanti....
Karena manusia, Insani dan Illahi...

Semua ini manusiawi....
Maka kita perlu Sang Illahi...
Supaya kita semua utuh menjadi....
Manusia yang Insani dan yang Illahi...