Doa Rosario umat Katolik memiliki unsur: doa Aku Percaya, doa Bapa Kami, doa Salam Maria, doa Kemuliaan kepada Bapa
1. Doa Aku Percaya
Doa Aku Percaya adalah doa yg mengawali doa Rosario. Di dalam doa Aku Percaya termuat intisari semua kebenaran iman Kristiani. Dan iman merupakan awal terciptanya relasi dengan Allah sekaligus menjadi pintu bagi segala keutamaan. Dengan mendoakan doa Aku Percaya, kita menyatakan dan mengamini semua kebenaran iman itu
2. Tiga Sapaan sebelum doa Salam Maria
Tiga sapaan doa sebelum doa Salam Maria pertama dimaksudkan membangkitkan tiga keutamaan ilahi yaitu: iman, harapan dan kasih. Ketiga keutamaan ini benar-benar hidup dalam diri Maria.
a. Salam Putri Allah Bapa
Sapaan Salam Putri Allah Bapa untuk menunjukan relasi khas Maria dengan Allah Bapa sejak semula telah memilih Maria untuk menjadi ibu Yesus. Dan Maria menerima kehendak Allah tersebut dengan berkata:”Sesungguhnya aku ini adalah hambah Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu itu”. (Luk. 1:38)
b. Salam Bunda Allah Putra
Sapaan Salam Bunda Allah Putra untuk menunjukan relasi khas Maria dengan Allah Putra. Maria adalah ibu Yesus. Sebagai ibu, ia mengandung, melahirkan dan menyertai Yesus hingga Yesus wafat di salib.
c. Salam Mempelai Allah Roh Kudus
Sapaan Salam Mempelai Allah Roh Kudus untuk menunjukan relasi khas Maria dengan Roh Kudus. Tatkala Maria menimbang penuh tanda tanya dalam hati bagaimana ia akan mengandung, melahirkan dan menjadi Bunda Allah, Allah dengan perantaraan Malaikat Gabriel bersabda: “Roh Kudus akan turun, dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah”. (Luk. 1:35)
Roh Kudus tersebut terus menuntun, hidup dan berkarya dalam diri Maria. Dengan kekuatan Roh Kudus itu, Maria menemani para murid sesudah Yesus wafat, bangkit dan naik ke Surga, dalam menantikan turunnya Roh Kudus atas diri para murid (bdk. Kis. 1:6-14)
3. Doa Bapa Kami
Doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan Yesus kepada para muridNya. Doa ini berisi pujian dan permohonan kepada Allah Bapa. Dalam doa ini, Yesus mengajak para muridNya untuk menyapa Allah sebagai Bapa sekaligus Ia mengajak mereka untuk membangun relasi mesra dengan Allah Bapa tersebut. Lewat doa ini, kita selaku para murid Yesus meminta kepada Tuhan, semua kebutuhan kita, dengannya kita memuliakan Dia, mengangkat hati kita dengan Allah. Dengan demikian kita dituntun dalam relasi: Allah menjadi Bapa kita dan kita semua diangkat menjadi anak-anakNya.
4. Doa Salam Maria
Doa Salam Maria terdiri dari salam Malaikat Gabriel dan Pujian Elisabeth terhadap Maria.
Bagian pertama doa ini mengungkapkan keluhuran Maria sebagai pribadi yang penuh rahmat, disertai Tuhan terpuji di antara semua wanita karena ia berkenan menjadi ibu Yesus
Bagian kedua doa ini berisi permohonan agar Bunda Maria senantiasa mendoakan kita baik waktu kita masih hidup maupun setelah kita meninggal dunia. Jadi dengan mendoakan doa ini kita mengagungkan Maria sekaligus memohon kepada Maria untuk menjadi pendoa kita.
5. Doa Kemuliaan kepada Bapa
Doa Kemulian kepada Bapa yang secara liturgis merupakan doa doksologi. Doa ini merupakan suatu bentuk ungkapan pujian kepada Allah Tritunggal. (Rom. 16:27 ; Ef. 3:20-21)
Doa ini ditambahkan dalam doa Rosario karena doa Rosario merupakan pengganti pendarasan Mazmur dalam Ibadat Harian, yang selalu ditutup dengan doa Kemuliaan kepada Bapa. Demikian pula pada akhir setiap puluhan doa Rosario diakhiri dengan doa Kemuliaan kepada Bapa yang merangkum ungkapan pujian kepada Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus
Sumber: "Percikan Kasih" Gereja Kristus Raja, Surabaya
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Oktober 2010
Selasa, 07 September 2010
Padang Doa
Gersang...
Tandus...
Kering...
Tak berdaya...
Tak bergairah...
Tak bersemangat...
Padang Doa yang kualami...
Seolah tak bertepi...
Entah sampai kapan semua begini...
Atau aku keburu mati...
Padang Doa yang sangat menyiksa ini...
Aku sudah tak tahan lagi...
Semua doaku terasa basi...
Berdoa sebentar rasanya sudah sehari...
Padang Doa cepatlah usai...
Karna aku segera ingin menikmati...
Saat-saat aku berdiam diri...
Duduk diam dalam hadirat Illahi...
Padang Doa yang telah kulalui...
Telah menjadi bagian dari memori...
Dan membuat aku semakin memahami...
Bahwa setiap fase harus dijalani...
Padang Doa yang akan datang nanti...
Semoga aku semakin mempersiapkan diri...
Agar aku tidak mati rohani lagi...
Hanya karena tahap yang harus kulalui ini...
Padang Doa Rohani...
Membuat aku semakin memahami...
Bahwa hidup sungguh tak berarti...
Tanpa ada campur tangan yang Illahi...
Tandus...
Kering...
Tak berdaya...
Tak bergairah...
Tak bersemangat...
Padang Doa yang kualami...
Seolah tak bertepi...
Entah sampai kapan semua begini...
Atau aku keburu mati...
Padang Doa yang sangat menyiksa ini...
Aku sudah tak tahan lagi...
Semua doaku terasa basi...
Berdoa sebentar rasanya sudah sehari...
Padang Doa cepatlah usai...
Karna aku segera ingin menikmati...
Saat-saat aku berdiam diri...
Duduk diam dalam hadirat Illahi...
Padang Doa yang telah kulalui...
Telah menjadi bagian dari memori...
Dan membuat aku semakin memahami...
Bahwa setiap fase harus dijalani...
Padang Doa yang akan datang nanti...
Semoga aku semakin mempersiapkan diri...
Agar aku tidak mati rohani lagi...
Hanya karena tahap yang harus kulalui ini...
Padang Doa Rohani...
Membuat aku semakin memahami...
Bahwa hidup sungguh tak berarti...
Tanpa ada campur tangan yang Illahi...
Sabtu, 04 September 2010
Meditasi
Diam bukan berarti tidak sadar...
Sadar akan keberadaan diri dan sekitar...
Hening bukan berarti termenung...
Tetapi hening dalam renungan...
Tangan terkatup bukan berarti tidak terbuka...
Hati justru terbuka pada yang maha kuasa...
Kaki bersila bukan berarti diam dan pasrah...
Melainkan bergerak menggapai sang sabda...
Mata tertutup bukan berarti tak peduli...
Melainkan mencoba melihat dengan mata hati...
Mulut terkatup bukan berarti tak berkata-kata...
Tetapi berdoa dengan hati bukan kata...
Berdoa dengan kesadaran...
Berdoa dalam keheningan...
Berdoa dalam hati...
Itulah meditasi...
Sadar akan keberadaan diri dan sekitar...
Hening bukan berarti termenung...
Tetapi hening dalam renungan...
Tangan terkatup bukan berarti tidak terbuka...
Hati justru terbuka pada yang maha kuasa...
Kaki bersila bukan berarti diam dan pasrah...
Melainkan bergerak menggapai sang sabda...
Mata tertutup bukan berarti tak peduli...
Melainkan mencoba melihat dengan mata hati...
Mulut terkatup bukan berarti tak berkata-kata...
Tetapi berdoa dengan hati bukan kata...
Berdoa dengan kesadaran...
Berdoa dalam keheningan...
Berdoa dalam hati...
Itulah meditasi...
Label:
Doa
Tuhan beri aku kekuatan
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi keegoisan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi ketakutan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kelemahanku...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi dosa...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi maut...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi saat-saat terkelam...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kedaginganku...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kegagalan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi godaan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi tipu daya iblis...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi himpitan dunia...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi badai dunia...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kekhawatiran...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menjalani hidup ini...
untuk menghadapi keegoisan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi ketakutan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kelemahanku...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi dosa...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi maut...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi saat-saat terkelam...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kedaginganku...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kegagalan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi godaan...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi tipu daya iblis...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi himpitan dunia...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi badai dunia...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menghadapi kekhawatiran...
Tuhan beri aku kekuatan...
untuk menjalani hidup ini...
Label:
Doa
Semakin Bodoh
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku tidak menjadi sombong...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku makin mengandalkanMU...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku terus belajar dariMU...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku tidak cepat puas dengan apa yang telah kupelajari...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
supaya aku tidak pernah menjauh daripadaMU...
Supaya aku tidak menjadi sombong...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku makin mengandalkanMU...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku terus belajar dariMU...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
Supaya aku tidak cepat puas dengan apa yang telah kupelajari...
Tuhan biarkan aku semakin bodoh dihadapanMU...
supaya aku tidak pernah menjauh daripadaMU...
Kamis, 02 September 2010
Jangan berdoa nanti tetapi sekarang
Jangan berdoa ketika keadaan kacau saja...
Berdoalah sekarang ketika semua baik-baik saja...
Jangan berdoa ketika sedang sedih saja...
Berdoalah sekarang ketika semua masih bergembira...
Jangan berdoa ketika engkau sedang susah saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang bahagia...
Jangan berdoa ketika engkau sedang kehilangan saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang memiliki...
Jangan berdoa ketika engkau sedang marah saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang sabar...
Jangan berdoa ketika engkau sedang kecewa saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang bangga...
Jangan berdoa nanti...
Tetapi berdoalah sekarang...
Karena sekarang engkau ingat...
Dan nanti engkau akan lupa...
Berdoalah sekarang ketika semua baik-baik saja...
Jangan berdoa ketika sedang sedih saja...
Berdoalah sekarang ketika semua masih bergembira...
Jangan berdoa ketika engkau sedang susah saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang bahagia...
Jangan berdoa ketika engkau sedang kehilangan saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang memiliki...
Jangan berdoa ketika engkau sedang marah saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang sabar...
Jangan berdoa ketika engkau sedang kecewa saja...
Berdoalah sekarang ketika engkau sedang bangga...
Jangan berdoa nanti...
Tetapi berdoalah sekarang...
Karena sekarang engkau ingat...
Dan nanti engkau akan lupa...
Selasa, 03 Agustus 2010
Tuhan lebih tau
Ku pinta padaMU rembulan yang indah...
Kau beri aku mentari yang cerah...
Ku mohon kau beri aku kesabaran...
Yang datang malah ujian hidup yang beruntun...
Ku minta Kau tinggal denganku...
Kau malah naik ke Surga meninggalkanku...
Ku berdoa supaya bahagia...
Mengapa derita selalu ada...
Melalui doa dan sahabat perlahan aku menyadari...
Kau beri aku mentari karena rembulan adalah bayangan mentari...
Kau beri aku ujian supaya aku belajar dan akhirnya mendapat kesabaran...
Kau pergi ke Surga untuk menyediakan rumah yang kekal bagiku...
Kau beri aku derita supaya aku bisa bersyukur di saat bahagia...
Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang ku pinta...
Tapi Tuhan selalu tau yang terbaik untukku...
Tuhan tidak selalu menuruti mauku...
Tapi Tuhan selalu memenuhi kebutuhanku...
Kau beri aku mentari yang cerah...
Ku mohon kau beri aku kesabaran...
Yang datang malah ujian hidup yang beruntun...
Ku minta Kau tinggal denganku...
Kau malah naik ke Surga meninggalkanku...
Ku berdoa supaya bahagia...
Mengapa derita selalu ada...
Melalui doa dan sahabat perlahan aku menyadari...
Kau beri aku mentari karena rembulan adalah bayangan mentari...
Kau beri aku ujian supaya aku belajar dan akhirnya mendapat kesabaran...
Kau pergi ke Surga untuk menyediakan rumah yang kekal bagiku...
Kau beri aku derita supaya aku bisa bersyukur di saat bahagia...
Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang ku pinta...
Tapi Tuhan selalu tau yang terbaik untukku...
Tuhan tidak selalu menuruti mauku...
Tapi Tuhan selalu memenuhi kebutuhanku...
Senin, 02 Agustus 2010
Kata-Kata dalam doa
Aku ingin berdoa...
Jiwaku ingin memujia DIA...
Aku ingin bersyukur...
Rohku ingin bermazmur...
Tapi Tuhan...
Kata-kataku terbatas...
Tapi Tuhan...
Pikiranku tak luas...
Ketika habis kata-kataku...
Aku hanya bisa terdiam...
Ketika terlalu sempit pemikiranku...
Aku hanya termenung...
Lalu aku mendengar suara yang lembut...
Aku mendengar suara yang indah...
Aku mengenali suara itu...
Itu suara dari dalam hatiku...
Lalu aku mendengar suara hati...
Aku mulai menyadari...
Kata-kata tidak terlalu berarti...
Pikiran juga tidak penting lagi...
Aku belajar berdoa dalam sunyi...
belajar berdoa dalam hati...
Dan aku menemukan Sang Kasih...
Yang adalah Allah sendiri...
Semakin dalam kuselami...
Semakin dalam aku mengerti...
Semakin dalam aku memahami...
Semakin aku menemukan jati diri...
Jiwaku ingin memujia DIA...
Aku ingin bersyukur...
Rohku ingin bermazmur...
Tapi Tuhan...
Kata-kataku terbatas...
Tapi Tuhan...
Pikiranku tak luas...
Ketika habis kata-kataku...
Aku hanya bisa terdiam...
Ketika terlalu sempit pemikiranku...
Aku hanya termenung...
Lalu aku mendengar suara yang lembut...
Aku mendengar suara yang indah...
Aku mengenali suara itu...
Itu suara dari dalam hatiku...
Lalu aku mendengar suara hati...
Aku mulai menyadari...
Kata-kata tidak terlalu berarti...
Pikiran juga tidak penting lagi...
Aku belajar berdoa dalam sunyi...
belajar berdoa dalam hati...
Dan aku menemukan Sang Kasih...
Yang adalah Allah sendiri...
Semakin dalam kuselami...
Semakin dalam aku mengerti...
Semakin dalam aku memahami...
Semakin aku menemukan jati diri...
Label:
Doa
Memandang DIA
Saat hari baru tiba...
Mentari menyapa...
Berkat baru tersedia...
Saatnya kumemandang DIA...
Malam menjelang...
Mentari telah berpulang...
Bumi beristirahat...
Saatnya kumemandang DIA...
Ketika duka...
berderai air mata...
Seolah-olah semua tak berharga...
Saatnya kumemandang DIA...
Kala Suka...
Semua begitu Indah...
Dunia pun tersenyum bahagia...
Saatnya kumemandang DIA...
Setiap Masa...
Setiap Rasa...
Kiranya kuselalu memandang DIA...
Karena teringat betapa KasihNYA yang Sempurna...
Mentari menyapa...
Berkat baru tersedia...
Saatnya kumemandang DIA...
Malam menjelang...
Mentari telah berpulang...
Bumi beristirahat...
Saatnya kumemandang DIA...
Ketika duka...
berderai air mata...
Seolah-olah semua tak berharga...
Saatnya kumemandang DIA...
Kala Suka...
Semua begitu Indah...
Dunia pun tersenyum bahagia...
Saatnya kumemandang DIA...
Setiap Masa...
Setiap Rasa...
Kiranya kuselalu memandang DIA...
Karena teringat betapa KasihNYA yang Sempurna...
Jemari Kecil Pendoa Mungil
Jemari kecil...
Saling mengenggam...
Satu dengan lain...
Saling terpaut...
Jemari kecil...
Erat menggenggam...
Menggengam harapan...
Mengenggam pinta...
Pendoa Mungil...
Berdoa dengan berani...
Penuh kepolosan...
Penuh Ketulusan...
Pendoa Mungil...
Menyapa Allah...
Menaikkan doa...
Dengan tutur kata yang sederhana...
Pendoa Mungil...
Dekat dengan Allah...
Karena Allah cinta anak-anak...
Dan meletakkan mereka dalam pangkuanNya...
Label:
Doa
Minggu, 01 Agustus 2010
Rosario
Dua tanda salib pada awal dan akhir...
Satu Syahadat Para Rasul...
Enam Bapa Kami...
Satu Salam Putri Allah Bapa...
Satu Salam Bunda Allah Putra...
Satu Salam Mempelai Allah Roh Kudus...
Enam Kemuliaan...
Enam Terpujilah...
Lima Peristiwa dalam tiap peristiwa Gembira, Terang, Sedih dan Mulia...
Lima Doa Fatima...
Lima Puluh Salam Maria...
Itulah Doa Rosario...
Setiap doa adalah kuntum-kuntum mawar...
yang dirangkai menjadi satu untaian...
Dan kepada Bunda Maria semua itu kupersembahkan...
(Pada bulan Rosario, Oktober 2009)
Satu Syahadat Para Rasul...
Enam Bapa Kami...
Satu Salam Putri Allah Bapa...
Satu Salam Bunda Allah Putra...
Satu Salam Mempelai Allah Roh Kudus...
Enam Kemuliaan...
Enam Terpujilah...
Lima Peristiwa dalam tiap peristiwa Gembira, Terang, Sedih dan Mulia...
Lima Doa Fatima...
Lima Puluh Salam Maria...
Itulah Doa Rosario...
Setiap doa adalah kuntum-kuntum mawar...
yang dirangkai menjadi satu untaian...
Dan kepada Bunda Maria semua itu kupersembahkan...
(Pada bulan Rosario, Oktober 2009)
Sabtu, 31 Juli 2010
Doa sang teratai
Sang teratai di tengah kolam...
Berada dalam kesempurnaan dengan alam...
Bersatu padu dengan cakrawala...
Berharmonisasi dengan warna...
Akar yang terjuntai panjang...
menandakan kesetiaan yang tak lekang...
Bunga yang merekah indah...
Menunjukkan bakti dan sembah...
Angin berhembus kencang...
Rintik hujan berjatuhan...
Tetap pada keadaan yang tenang...
Sang teratai tak tergoyahkan...
Seperti pendoa yang duduk bersila...
Demikianlah daun Sang teratai berada...
Memberikan inspirasi kepada manusia...
Seharusnya bagaimana kita berdoa...
Jumat, 30 Juli 2010
Bahasa Tubuh Sang Pendoa
Aku ingin memuji Tuhan...
Jiwaku haus akan air kehidupan...
Aku ingin menyapa DIA...
Rohku rindu bersekutu denganNYA...
Aku berlutut....
Menandakan kerendahan hatiku...
Memohon pengampunan dan pertolongan dariMU...
Ini aku Tuhan dalam segala kemanusiaaanku...
Ini aku Tuhan dalam segala kerapuhanku...
Aku duduk...
Menandakan hati dan budiku yang terbuka...
Terbuka pada diriMU, Tuhanku...
Mari nyatakan kehendakMU...
Supaya aku semakin memahami apa yang menjadi kerinduanMU...
Aku berdiri...
Menandakan kesiapanku...
Kesiapanku untuk jadi alatMU...
Mewartakan kabar sukacitaMU...
Kemana pun KAU menempatkanku...
AKu berlutut...
Aku duduk...
Aku berdiri...
Aku berdoa kepadaMU...
Jiwaku haus akan air kehidupan...
Aku ingin menyapa DIA...
Rohku rindu bersekutu denganNYA...
Aku berlutut....
Menandakan kerendahan hatiku...
Memohon pengampunan dan pertolongan dariMU...
Ini aku Tuhan dalam segala kemanusiaaanku...
Ini aku Tuhan dalam segala kerapuhanku...
Aku duduk...
Menandakan hati dan budiku yang terbuka...
Terbuka pada diriMU, Tuhanku...
Mari nyatakan kehendakMU...
Supaya aku semakin memahami apa yang menjadi kerinduanMU...
Aku berdiri...
Menandakan kesiapanku...
Kesiapanku untuk jadi alatMU...
Mewartakan kabar sukacitaMU...
Kemana pun KAU menempatkanku...
AKu berlutut...
Aku duduk...
Aku berdiri...
Aku berdoa kepadaMU...
Label:
Doa
Kamis, 29 Juli 2010
--Kehidupan Pendoa--
Aku hidup kar'na aku bernafas...
Tapi nafasku bukan nafas biasa...
Nafasku adalah doaku...
Karena aku adalah Pendoa...
Sama seperti hidup...
Jika tidak bernafas maka aku akan mati...
Begitu juga hidupku sebagai Pendoa...
Akan mati jika aku tidak berdoa...
Tiap hari aku bernafas...
Begitu juga tiap hari aku berdoa...
Tiap saat aku membutuhkan nafas...
Begitu juga tiap saat aku membutuhkan doa...
Kadang aku mengalami sesak nafas...
Begitu juga dengan doaku kadang terasa sesak...
Tapi aku tetap membutuhkan nafas, doaku...
Karena jikalau tidak aku akan mati...
Aku tak ingin berhenti bernafas...
Aku tak ingin berhenti berdoa...
Karena jika itu semua terjadi...
maka aku menjadi mati...
Tapi nafasku bukan nafas biasa...
Nafasku adalah doaku...
Karena aku adalah Pendoa...
Sama seperti hidup...
Jika tidak bernafas maka aku akan mati...
Begitu juga hidupku sebagai Pendoa...
Akan mati jika aku tidak berdoa...
Tiap hari aku bernafas...
Begitu juga tiap hari aku berdoa...
Tiap saat aku membutuhkan nafas...
Begitu juga tiap saat aku membutuhkan doa...
Kadang aku mengalami sesak nafas...
Begitu juga dengan doaku kadang terasa sesak...
Tapi aku tetap membutuhkan nafas, doaku...
Karena jikalau tidak aku akan mati...
Aku tak ingin berhenti bernafas...
Aku tak ingin berhenti berdoa...
Karena jika itu semua terjadi...
maka aku menjadi mati...
Label:
Doa
warna warni Penyembah Allah
Warna ceria....
Tanda sang Penyembah dengan pujian dan tarian yang gembira
Warna kelabu....
Tanda sang Penyembah dengan lagu yang syahdu
Warna pelangi...
Tanda sang Peyembah dengan segala jati diri
Warna Kelam....
Tanda sang Penyembah dengan keheningan yang mendalam
Warna Warni penyembah Allah...
Menyembah DIA dengan berbagai warna...
Saling memberi Saling Mengisi...
Membawa harmoni bagi tahta Illahi...
Tanda sang Penyembah dengan pujian dan tarian yang gembira
Warna kelabu....
Tanda sang Penyembah dengan lagu yang syahdu
Warna pelangi...
Tanda sang Peyembah dengan segala jati diri
Warna Kelam....
Tanda sang Penyembah dengan keheningan yang mendalam
Warna Warni penyembah Allah...
Menyembah DIA dengan berbagai warna...
Saling memberi Saling Mengisi...
Membawa harmoni bagi tahta Illahi...
Label:
Doa
Tarian Sang Pendoa
Suasana sepi tak berarti sendiri...
Dalam keheningan temukan ketenangan...
Ada suka ada duka...
Semua silih berganti membawa makna...
Gundah Gulana menjadi sirna...
Syukur dan Puji mengalun menjadi sembah....
Nyanyian dan kidung menyapa Sang Pencipta...
Dalam gerak dan bahasa semua saling membahana...
Membawa Jiwa dan Raga...
Menyatu kembali dengan Sang Esa...
Hidup menjadi indah...
Karena dekat Sang Maha Kuasa...
Tangan terkatup, hati terbuka....
Kaki bersila tanda berserah...
Mari menyapa Sang Kudus yang Mulia...
Karena Ia berkenan menyapa ciptaanNya...
Dalam hembusan nafas terucap namaNya
Dalam pikiran teringat kasihNya...
Sungguh nikmat menjadi Pendoa...
Hingga waktu menjadi tak terasa...
Mari berkenan singgah dihatiku, ya Allah...
Kar'na aku milikMu sesungguhnya...
Mari tinggal dalam diriku, ya Allah...
Karna hanya Engkaulah yang ku cinta...
Dalam keheningan temukan ketenangan...
Ada suka ada duka...
Semua silih berganti membawa makna...
Gundah Gulana menjadi sirna...
Syukur dan Puji mengalun menjadi sembah....
Nyanyian dan kidung menyapa Sang Pencipta...
Dalam gerak dan bahasa semua saling membahana...
Membawa Jiwa dan Raga...
Menyatu kembali dengan Sang Esa...
Hidup menjadi indah...
Karena dekat Sang Maha Kuasa...
Tangan terkatup, hati terbuka....
Kaki bersila tanda berserah...
Mari menyapa Sang Kudus yang Mulia...
Karena Ia berkenan menyapa ciptaanNya...
Dalam hembusan nafas terucap namaNya
Dalam pikiran teringat kasihNya...
Sungguh nikmat menjadi Pendoa...
Hingga waktu menjadi tak terasa...
Mari berkenan singgah dihatiku, ya Allah...
Kar'na aku milikMu sesungguhnya...
Mari tinggal dalam diriku, ya Allah...
Karna hanya Engkaulah yang ku cinta...
Label:
Doa
Untuk dia yang telah pergi....
Langit mendung menjadi tanda...
Angin bertiup membawa duka....
Kini ia telah tiada......
Seseorang yang sungguh berharga.....
Semasa hidupnya telah memberi rasa...
Seolah-olah tak ada yang lebih berharga....
Kini semua menjadi hampa....
Karena ia telah tiada....
Semua t'lah terjadi, janganlah disesali....
Tetapi mari kita semua mendoakan....
Karena hidup hanyalah sekali....
Sangatlah sayang kita sia-siakan.....
Aku berlari dengan tujuan tak pasti....
Mencoba berpaling dari semua ini....
Sungguh tak habis kumengerti....
Mengapa harus dia yang terpilih....
Dalam tangisku aku berdoa...
Memohon Tuhan memberi tanda...
Namun aku tak berdaya....
Karena hanya Allah yang Maha Kuasa...
Selamat pergi engkau yang berharga....
Karena hidup penuh misteri dan tanya....
Semoga engkau segera berada.....
Di Surga indah nan mulia....
In Memoriam.....
Diana Natalia Williamto
26121983 - 15082009
Angin bertiup membawa duka....
Kini ia telah tiada......
Seseorang yang sungguh berharga.....
Semasa hidupnya telah memberi rasa...
Seolah-olah tak ada yang lebih berharga....
Kini semua menjadi hampa....
Karena ia telah tiada....
Semua t'lah terjadi, janganlah disesali....
Tetapi mari kita semua mendoakan....
Karena hidup hanyalah sekali....
Sangatlah sayang kita sia-siakan.....
Aku berlari dengan tujuan tak pasti....
Mencoba berpaling dari semua ini....
Sungguh tak habis kumengerti....
Mengapa harus dia yang terpilih....
Dalam tangisku aku berdoa...
Memohon Tuhan memberi tanda...
Namun aku tak berdaya....
Karena hanya Allah yang Maha Kuasa...
Selamat pergi engkau yang berharga....
Karena hidup penuh misteri dan tanya....
Semoga engkau segera berada.....
Di Surga indah nan mulia....
In Memoriam.....
Diana Natalia Williamto
26121983 - 15082009
Label:
Doa,
eskatologi
Rabu, 28 Juli 2010
Lilin Doa
Di Goa Maria setelah misa....
banyak umat hendak menaikkan doa.....
memohon petunjuk dari Yang Illahi....
meminta penyertaan Illahi....
ada yang berlutut.....
ada yang bersujud....
ada yang duduk....
ada yang tertunduk....
namun ada yang menarik hati......
melihat lilin dengan lidah api yang menari-nari....
ya.... itulah lilin doa yang terbakar api.....
saling berbagi saling menyinari.....
Dalam romantisme dan melodi tari.....
datanglah sang angin, berhembus, membuat beberapa lilin terhenti....
terhenti membagikan terangnya....
terhenti membawa pesan yang terkandung didalamnya....
Sampai tibalah sang waktu....
membawa harapan yang baru.....
seorang pendoa datang dengan muka yang terharu......
menyalakan lilin yang baru.....
Dengan lilin ditangan....
disapanyalah lilin-lilin yang padam.....
dengan halusnya belaian....
dikobarkan kembali cah'ya yang menjadi kelam....
Itulah sang lilin doa....
yang saling menyapa....
dalam segala daya....
dalam segala upaya....
menjaga terangnya supaya tetap bercahaya....
membawa daya sukacita.....
untuk menyinari sang dunia....
yang semakin tak berdaya.....
banyak umat hendak menaikkan doa.....
memohon petunjuk dari Yang Illahi....
meminta penyertaan Illahi....
ada yang berlutut.....
ada yang bersujud....
ada yang duduk....
ada yang tertunduk....
namun ada yang menarik hati......
melihat lilin dengan lidah api yang menari-nari....
ya.... itulah lilin doa yang terbakar api.....
saling berbagi saling menyinari.....
Dalam romantisme dan melodi tari.....
datanglah sang angin, berhembus, membuat beberapa lilin terhenti....
terhenti membagikan terangnya....
terhenti membawa pesan yang terkandung didalamnya....
Sampai tibalah sang waktu....
membawa harapan yang baru.....
seorang pendoa datang dengan muka yang terharu......
menyalakan lilin yang baru.....
Dengan lilin ditangan....
disapanyalah lilin-lilin yang padam.....
dengan halusnya belaian....
dikobarkan kembali cah'ya yang menjadi kelam....
Itulah sang lilin doa....
yang saling menyapa....
dalam segala daya....
dalam segala upaya....
menjaga terangnya supaya tetap bercahaya....
membawa daya sukacita.....
untuk menyinari sang dunia....
yang semakin tak berdaya.....
Label:
Doa
Langganan:
Postingan (Atom)
