~St. Mikael~
Malaikat Agung...
yang dipenuhi kebijaksanaan Illahi...
penyembah sempurna Sang Sabda yang menjelma...
yang dimahkotai kehormatan dan kemuliaan...
pangeran perkasa bala tentara Tuhan...
pembawa panji Tritunggal Maha Kudus...
pelindung Surga...
penuntun dan penghibur Israel...
kemegahan dan benteng Gereja peziarah...
kehormatan dan kebahagiaan Gereja jaya...
cahaya para malaikat...
benteng kaum beriman...
kekuatan mereka yang berjuang bagi panji-panji Salib...
cahaya dan keyakinan jiwa-jiwa saat ajal...
penolong yang pasti...
pertolongan pada saat kemalangan...
pelaksana hukuman abadi...
penerima jiwa-jiwa setelah ajal...
penghibur jiwa-jiwa di api penyucian...
pangeran yang termashyur...
kekuatan dalam pertempuran...
penakluk Setan...
yang menggentarkan Setan...
panglima laskar surgawi...
bentara kemuliaan Illahi...
sukacita para malaikat...
yang terberkati di antara pilihan Tuhan...
pembela kebenaran...
hamba Tuhan...
perantara surgawi...
penopang umat Allah...
pelindung Gereja kudus...
pemohon bagi segala bangsa yang memuliakanmu...
pembawa panji keselamatan...
malaikat perdamaian...
penuntun jiwa-jiwa kepada Cahaya Abadi...
penguasa surga...
pangeran kami...
pembela kami...
(Pada Pesta Malaikat Agung, 29 September)
Sabtu, 31 Juli 2010
Harmoni Warna Kehidupan
Warna-warni hidup ini...
Saling mendominasi...
Saling menyaingi...
Warna-warni hidup ini...
Saling berbagi...
Saling melengkapi...
Warna-warni hidup ini...
Kadang menyedihkan...
Kadang menyenangkan...
Warna-warni hidup ini...
Kadang suka...
Kadang duka...
Warna-warni hidup ini...
menjadikan hidup penuh harmoni...
menjadikan hidup penuh arti...
Saling mendominasi...
Saling menyaingi...
Warna-warni hidup ini...
Saling berbagi...
Saling melengkapi...
Warna-warni hidup ini...
Kadang menyedihkan...
Kadang menyenangkan...
Warna-warni hidup ini...
Kadang suka...
Kadang duka...
Warna-warni hidup ini...
menjadikan hidup penuh harmoni...
menjadikan hidup penuh arti...
Label:
Ide
Kasih yang Menyinari
Berjemur di alam terbuka...
Menikmati hangatnya pelukan mentari...
Bersama Sang Alam...
Menikmati cerahnya pancaran wajah mentari...
Pancaran Sinar Mentari...
Menyinari seluruh permukaan bumi...
Hanya yang bersembunyi...
Yang tidak bisa menikmati...
Pancaran Sinar Mentari...
Memberi kehangatan di pagi hari...
Pancaran Sinar Mentari...
Memberi sukacita di dalam hati...
Kasih Tuhan layaknya Sang mentari....
S'lalu menyinari...
S'lalu melingkupi...
S'lalu memberkati...
Kasih Tuhan layaknya Sang mentari...
S'lalu membangkitkan...
S'lalu menghangatkan...
S'lalu menyemangatkan...
Menikmati hangatnya pelukan mentari...
Bersama Sang Alam...
Menikmati cerahnya pancaran wajah mentari...
Pancaran Sinar Mentari...
Menyinari seluruh permukaan bumi...
Hanya yang bersembunyi...
Yang tidak bisa menikmati...
Pancaran Sinar Mentari...
Memberi kehangatan di pagi hari...
Pancaran Sinar Mentari...
Memberi sukacita di dalam hati...
Kasih Tuhan layaknya Sang mentari....
S'lalu menyinari...
S'lalu melingkupi...
S'lalu memberkati...
Kasih Tuhan layaknya Sang mentari...
S'lalu membangkitkan...
S'lalu menghangatkan...
S'lalu menyemangatkan...
Doa sang teratai
Sang teratai di tengah kolam...
Berada dalam kesempurnaan dengan alam...
Bersatu padu dengan cakrawala...
Berharmonisasi dengan warna...
Akar yang terjuntai panjang...
menandakan kesetiaan yang tak lekang...
Bunga yang merekah indah...
Menunjukkan bakti dan sembah...
Angin berhembus kencang...
Rintik hujan berjatuhan...
Tetap pada keadaan yang tenang...
Sang teratai tak tergoyahkan...
Seperti pendoa yang duduk bersila...
Demikianlah daun Sang teratai berada...
Memberikan inspirasi kepada manusia...
Seharusnya bagaimana kita berdoa...
Bulan dan Matahari
Pujian sang Matahari:
Wahai Rembulan, dindaku...
Sungguh lembut cah'ya birumu...
Membawa keelokan di malam hari...
Menyinari bumi yang telah sunyi...
Engkau menemani sang bintang...
Memancarkan kerlap kerlip yang cemerlang...
Engkau yang menjadi gugusan malam...
Membawa suasana damai tenteram...
Dindaku, Rembulan...
Senyummu menghiasi malam-malamku...
Membangkitkan kerinduan padamu...
Kala engkau hadir dengan indah purnamamu...
Pujian sang Bulan:
Kakanda, Sang Mentari...
Penguasa di pagi hari...
Sinar kuning keemasanmu...
Membangkitkan semangat hidup yang baru...
Engkau membangkitkan Sang Fajar...
Dengan terbitmu dari ufuk timur...
Pancaran sinarmu...
Memberikan harapan hidup yang baru...
Kakanda, Sang Mentari...
Kemilau cah'yamu yang berani...
Menjadikan aku berseri-seri...
Menantikan saat perjumpaan di senja hari...
Bulan dan Matahari:
Engkau yang menciptakan bumi...
Dan kami Rembulan dan Mentari...
Sungguh betapa kami harus mensyukuri...
Betapa kami telah diberi dan diberkati...
Kami Matahari dan Bulan...
Mengucapkan terima kasih kepadaMU, Tuhan...
KasihMU sungguh menyempurnakan kami...
Untuk terus menyelimuti bumi yang KAU cintai...
Wahai Rembulan, dindaku...
Sungguh lembut cah'ya birumu...
Membawa keelokan di malam hari...
Menyinari bumi yang telah sunyi...
Engkau menemani sang bintang...
Memancarkan kerlap kerlip yang cemerlang...
Engkau yang menjadi gugusan malam...
Membawa suasana damai tenteram...
Dindaku, Rembulan...
Senyummu menghiasi malam-malamku...
Membangkitkan kerinduan padamu...
Kala engkau hadir dengan indah purnamamu...
Pujian sang Bulan:
Kakanda, Sang Mentari...
Penguasa di pagi hari...
Sinar kuning keemasanmu...
Membangkitkan semangat hidup yang baru...
Engkau membangkitkan Sang Fajar...
Dengan terbitmu dari ufuk timur...
Pancaran sinarmu...
Memberikan harapan hidup yang baru...
Kakanda, Sang Mentari...
Kemilau cah'yamu yang berani...
Menjadikan aku berseri-seri...
Menantikan saat perjumpaan di senja hari...
Bulan dan Matahari:
Engkau yang menciptakan bumi...
Dan kami Rembulan dan Mentari...
Sungguh betapa kami harus mensyukuri...
Betapa kami telah diberi dan diberkati...
Kami Matahari dan Bulan...
Mengucapkan terima kasih kepadaMU, Tuhan...
KasihMU sungguh menyempurnakan kami...
Untuk terus menyelimuti bumi yang KAU cintai...
Label:
Alam
Alpha dan Omega
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang menciptakan langit dan bumi...
Engkau juga yang akan mengakhiri...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang menciptakan manusia...
Engkau juga yang memanggilnya kembali...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memulai kehidupan...
Engkau juga yang membangkitkan pada harinya...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memberi...
Engkau juga yang mengambil kembali...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memulai...
Engkau juga yang akan mengakhiri segalanya...
Amin...
Awal dan akhir...
Engkau yang menciptakan langit dan bumi...
Engkau juga yang akan mengakhiri...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang menciptakan manusia...
Engkau juga yang memanggilnya kembali...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memulai kehidupan...
Engkau juga yang membangkitkan pada harinya...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memberi...
Engkau juga yang mengambil kembali...
Alpha dan Omega...
Awal dan akhir...
Engkau yang memulai...
Engkau juga yang akan mengakhiri segalanya...
Amin...
Label:
DIA
Kupu-Kupu pergumulan
Ulat menggeliat...
Daun menjadi tumpuan...
Ulat menggeliat...
Tidak ada satu pun yang berkenan melihat...
Waktu datang membisikkan kepada ulat...
Bahwa Sang Ulat tak perlu lagi menggeliat...
Karena telah tiba saatnya...
Sang ulat harus berhenti sesaat...
Saat bagi sang ulat menemukan keheningannya...
Saat bagi sang ulat menenun kediamannya...
Sang Ulat berdiam dalam kepompongnya...
Sang Ulat berdoa dalam kekosongannya...
Gerak sang ulat menjadi terhambat...
Gerak sang ulat menjadi tertambat...
Ruang sempit menjadi kediamannya sekarang...
Ruang sempit menjadi tahtanya sekarang...
Sang waktu kembali datang...
Menyapa sahabatnya Sang ulat...
Namun kini Sang ulat telah berubah...
Menjadi kupu-kupu yang penuh warna...
Kupu-Kupu yang menghiasi...
Kupu-kupu yang indah berseri...
Memancarkan keagungan Alam berseri...
Memancarkan keindahan Sang Illahi...
Daun menjadi tumpuan...
Ulat menggeliat...
Tidak ada satu pun yang berkenan melihat...
Waktu datang membisikkan kepada ulat...
Bahwa Sang Ulat tak perlu lagi menggeliat...
Karena telah tiba saatnya...
Sang ulat harus berhenti sesaat...
Saat bagi sang ulat menemukan keheningannya...
Saat bagi sang ulat menenun kediamannya...
Sang Ulat berdiam dalam kepompongnya...
Sang Ulat berdoa dalam kekosongannya...
Gerak sang ulat menjadi terhambat...
Gerak sang ulat menjadi tertambat...
Ruang sempit menjadi kediamannya sekarang...
Ruang sempit menjadi tahtanya sekarang...
Sang waktu kembali datang...
Menyapa sahabatnya Sang ulat...
Namun kini Sang ulat telah berubah...
Menjadi kupu-kupu yang penuh warna...
Kupu-Kupu yang menghiasi...
Kupu-kupu yang indah berseri...
Memancarkan keagungan Alam berseri...
Memancarkan keindahan Sang Illahi...
Langganan:
Postingan (Atom)