Ketidakadaan musik dan pemusik dalam suatu acara persekutuan doa seringkali dianggap menjadi kendala dalam pujian dan penyembahan. Banyak kali tim menjadi bingung dan panik ketika tidak ada musik dalam persekutuan doanya. Merasa ada yang "kurang", merasa ada yang "hilang".
Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan "mengimpor" pemusik dari luar Persekutuan Doanya.
Musik memang merupakan elemen penting dalam pujian dan penyembahan, tetapi musik bukanlah esensi dari pujian. Musik memang membantu dalam pujian. Tapi musik bukan inti dari pujian. Musik memberikan ritme dan semangat, tapi musik bukanlah segalanya dalam pujian.
Pujian tetap dapat dinaikkan tanpa musik, pujian tetap bisa dikumandangkan tanpa alunan melodi.
Pujian tidak terbatas pada alat musik dan pemusik. Pujian tidak seharusnya dibatasi oleh nyanyian saja.
Pujian yang sejati datangnya dari hati yang menyembah, Pujian yang sejati datangnya dari hati yang bersyukur.
-- pujian datangnya dari hati, bukan dari senar gitar atau tuts keyboard --
Selasa, 03 Agustus 2010
Pengampunan
Mengampuni memang tak mudah...
Tapi mengampuni itu indah...
Mengampuni memang butuh kerendahan hati...
Supaya ada kesatuan hati...
Mengampuni memang tidak butuh harga diri...
Karena mengampuni menyempurnakan rekonsiliasi...
Mengampuni memang butuh keberanian...
Agar kita mendapat pembebasan...
Mengampuni memang terasa memalukan...
Tapi mengampuni memberikan pemulihan...
Mengampuni memang tidak butuh gengsi...
Sebab dengan mengampuni kita menjadi saksi kasih...
Mengampuni memang bukan pilihan...
Tapi mengampuni merupakan keputusan...
Mengampuni berarti mengasihi...
Mengasihi berarti memahami...
Memahami berarti memaklumi...
Memaklumi berarti mengampuni...
Tapi mengampuni itu indah...
Mengampuni memang butuh kerendahan hati...
Supaya ada kesatuan hati...
Mengampuni memang tidak butuh harga diri...
Karena mengampuni menyempurnakan rekonsiliasi...
Mengampuni memang butuh keberanian...
Agar kita mendapat pembebasan...
Mengampuni memang terasa memalukan...
Tapi mengampuni memberikan pemulihan...
Mengampuni memang tidak butuh gengsi...
Sebab dengan mengampuni kita menjadi saksi kasih...
Mengampuni memang bukan pilihan...
Tapi mengampuni merupakan keputusan...
Mengampuni berarti mengasihi...
Mengasihi berarti memahami...
Memahami berarti memaklumi...
Memaklumi berarti mengampuni...
Dehidrasi Rohani
Kekurangan tapi tidak terasa haus...
Juga tidak terasa lapar...
Harus dihidupi...
Tapi sering kali justru dibiarkan mati...
Kalau diingatkan hakekatnya...
baru sadar betapa pentingnya...
Banyak yang tau pentingnya..
Tapi lupa menjaganya...
Terkadang sampai sekarat...
Tapi terasa hanya sesaat...
Dehidrasi Rohani...
Membuat Kehidupan Rohani menjadi mati...
Maka kita semua harus berhati-hati...
Supaya itu semua tidak terjadi...
Juga tidak terasa lapar...
Harus dihidupi...
Tapi sering kali justru dibiarkan mati...
Kalau diingatkan hakekatnya...
baru sadar betapa pentingnya...
Banyak yang tau pentingnya..
Tapi lupa menjaganya...
Terkadang sampai sekarat...
Tapi terasa hanya sesaat...
Dehidrasi Rohani...
Membuat Kehidupan Rohani menjadi mati...
Maka kita semua harus berhati-hati...
Supaya itu semua tidak terjadi...
Label:
Ide,
Renungan,
simbolisasi
Duri dalam Daging
Saat diam terasa perih...
Ketika bergerak apalagi...
Ingin ku cabut duri ini...
Karena aku ingin membebaskan diri...
Duri ini menganggu sekali...
Sampai kapan semua harus begini...
Tidak ada yang berani beraksi...
Takut ada yang sakit hati...
Mungkin aku harus segera beraksi...
Walau nanti pasti dibenci...
Karena aku tak tahan lagi...
Melihat semua seakan mau mati...
Aku sudahi saja penderitaan ini...
Biar kucabut saja duri ini...
Walau daging harus menahan infeksi...
Tapi itu lebih baik daripada semua mati...
Ketika bergerak apalagi...
Ingin ku cabut duri ini...
Karena aku ingin membebaskan diri...
Duri ini menganggu sekali...
Sampai kapan semua harus begini...
Tidak ada yang berani beraksi...
Takut ada yang sakit hati...
Mungkin aku harus segera beraksi...
Walau nanti pasti dibenci...
Karena aku tak tahan lagi...
Melihat semua seakan mau mati...
Aku sudahi saja penderitaan ini...
Biar kucabut saja duri ini...
Walau daging harus menahan infeksi...
Tapi itu lebih baik daripada semua mati...
Yang kuinginkan hanya ENGKAU, Tuhan
Kuasa memang menawarkan kemudahan...
Tapi Kuasa selalu datang pergi bergantian...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kekuasaan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Harta memang menawarkan kesenangan...
Tapi cinta harta mendatangkan keserakahan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kebahagiaan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Dunia memang menawarkan segalanya...
Tapi dunia tidak kekal selamanya...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Keabadian sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Daging memang selalu mencari kenikmatan...
Tapi daging seringkali terlalu banyak kelemahan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kekuatan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Iblis memang selalu menggoyahkan dengan godaan...
Tapi Iblis tak berdaya dihadapan Tuhan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kemenangan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Tapi Kuasa selalu datang pergi bergantian...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kekuasaan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Harta memang menawarkan kesenangan...
Tapi cinta harta mendatangkan keserakahan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kebahagiaan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Dunia memang menawarkan segalanya...
Tapi dunia tidak kekal selamanya...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Keabadian sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Daging memang selalu mencari kenikmatan...
Tapi daging seringkali terlalu banyak kelemahan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kekuatan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Iblis memang selalu menggoyahkan dengan godaan...
Tapi Iblis tak berdaya dihadapan Tuhan...
Aku tahu Tuhan hanya Engkaulah Sang Kemenangan sejati...
Yang kuinginkan hanyalah Engkau Tuhan...
Label:
DIA
Sakit Hati
Aku sakit hati...
Pedih...
Sedih...
Terasa mau mati...
Aku menangis...
Meringis...
Karena hati teriris...
Ingin berteriak histeris..
Aku marah...
Kepala terasa mau pecah...
Pasrah...
Belajar berserah...
Aku diam...
Hidup terasa kelam...
Menyimpan dendam...
Ingin segera melewati malam...
Aku berdoa...
Ternyata IA menyapa...
Aku lupa...
Allah selalu ada...
Dalam doa...
Aku mulai berserah...
Bahwa Tuhan punya rencana...
Dan pada waktuNya semua'kan menjadi Indah...
(untuk mereka yang sedang dan pernah merasa "sakit hati")
Pedih...
Sedih...
Terasa mau mati...
Aku menangis...
Meringis...
Karena hati teriris...
Ingin berteriak histeris..
Aku marah...
Kepala terasa mau pecah...
Pasrah...
Belajar berserah...
Aku diam...
Hidup terasa kelam...
Menyimpan dendam...
Ingin segera melewati malam...
Aku berdoa...
Ternyata IA menyapa...
Aku lupa...
Allah selalu ada...
Dalam doa...
Aku mulai berserah...
Bahwa Tuhan punya rencana...
Dan pada waktuNya semua'kan menjadi Indah...
(untuk mereka yang sedang dan pernah merasa "sakit hati")
Label:
Manusia
Semuanya "Saya saja"
Kalau tidak ada yang mau jadi Worship Leader,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi penyanyi,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pemusik,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pendoa,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi catcher,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau gulung kabel,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau gulung tiker/karpet,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi operator proyektor,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi operator mixer,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi ketua sel,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pembicara,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pembawa renungan,
Saya saja...
Kalau masuk Surga???
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi penyanyi,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pemusik,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pendoa,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi catcher,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau gulung kabel,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau gulung tiker/karpet,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi operator proyektor,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi operator mixer,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi ketua sel,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pembicara,
Saya saja...
Kalau tidak ada yang mau jadi pembawa renungan,
Saya saja...
Kalau masuk Surga???
Langganan:
Postingan (Atom)