Selasa, 03 Agustus 2010

Anak-anak Tuhan

Tertawa lepas...
Hati penuh rasa puas...
Berlari kemana kami suka...
Di taman bumi kami berada...

Tidak ada kekhawatiran...
Tidak ada ketakutan...
Allah adalah Bapa kami...
Dan kami adalah anak-anakNya...



Dengan manna surgawi kami dikenyangkan...
Dahaga kami pun dipuaskan dengan minum air kehidupan...
Hari-hari kami lalui dengan keindahan...
Hari-hari kami lalui dengan sorak-sorai dan pujian...

Tidak ada gelisah...
Tidak ada rasa susah...
Allah adalah Bapa yang penuh kasih...
Dan kasihNya berlimpah untuk kami...

Kami adalah anak-anak Tuhan...
Allah pemilik bumi adalah Bapa Kami...
Dan kami telah IA wariskan...
Bumi yang penuh dengan kelimpahan...

Senin, 02 Agustus 2010

Kata-Kata dalam doa

Aku ingin berdoa...
Jiwaku ingin memujia DIA...
Aku ingin bersyukur...
Rohku ingin bermazmur...

Tapi Tuhan...
Kata-kataku terbatas...
Tapi Tuhan...
Pikiranku tak luas...

Ketika habis kata-kataku...
Aku hanya bisa terdiam...
Ketika terlalu sempit pemikiranku...
Aku hanya termenung...

Lalu aku mendengar suara yang lembut...
Aku mendengar suara yang indah...
Aku mengenali suara itu...
Itu suara dari dalam hatiku...

Lalu aku mendengar suara hati...
Aku mulai menyadari...
Kata-kata tidak terlalu berarti...
Pikiran juga tidak penting lagi...

Aku belajar berdoa dalam sunyi...
belajar berdoa dalam hati...
Dan aku menemukan Sang Kasih...
Yang adalah Allah sendiri...

Semakin dalam kuselami...
Semakin dalam aku mengerti...
Semakin dalam aku memahami...
Semakin aku menemukan jati diri...

Sang Waktu

Sang Waktu...
Bergulir...
Tak pernah berhenti...

Sang Waktu...
Terkadang terasa lambat...
Terkadang sangat cepat...

Sang Waktu...
Jangan disia-siakan...
Jangan disalahgunakan...

Sang Waktu...
Gunakan dengan bijaksana...
Gunakan dengan seksama...

Sang Waktu...
Jalani...
Hargai...



Langkahku kepadaMU

Tanda salib kubuat...
Doa juga telah kupanjat...

Dari berlutut...
Aku bersiap...

Kini aku berdiri...
Menatap dengan wajah berseri...

Ku ayunkan kakiku...
Ku mantapkan hatiku...

Selangkah demi selangkah...
Setapak demi setapak...

Pandanganku lurus ke depan...
Menatap DIA yang ada di sana...

Ia yang hadir dalam wujud hosti...
Ia adalah sang Kasih...

Ku terima Ia dalam tanganku...
Kuterima Ia dalam hatiku...

Kini Ia menjadi bagianku...
Dan aku tentulah menjadi milikNYA jua...

Tuhan kini KAU hidup dalamku...
Kiranya aku memancarkan kasihMU...

Sebab itulah panggilanku...
Menjadi serupa dengan diriMU...


Layang-layang Tuhan

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Tulangku ditekuk dan dibentuk...
Badanku diserut dan diraut...

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Siap untuk diterbangkanNya...
Dari bawah ke tempat yang tinggi...

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Hanya seutas benang tipis...
Yang menghubungkan aku dengan DIA....

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Yang bisa melihat banyak hal yang terjadi...
Karena aku terbang tinggi...

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Menari-nari di udara...
Meliuk ke sana kesini karena tiupan angin...

Aku adalah layang-layang Tuhan...
anginlah yang menjadikan aku dapat terbang tinggi...
Walau terkadang angin kencang membuat aku goyah dan ngeri...

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Talilah yang menjadi doaku...
Karena talilah yang menghubungkan aku dengan pemilikku...

Aku adalah layang-layang Tuhan...
Walau kadang seolah tidak tampak...
Tapi aku sadar Tuhan-lah pemilik hidupku yang sesungguhnya...

Kelembutan Bulan

Biru...
Sendu...
Kelabu...
Syahdu...

Rembulan...
Menawan...
Rupawan...
Penuh kelembutan...

Bulan Sang Ratu Malam...
Menyelimuti dengan sinar temaram...
Menemani isi bumi yang terlelap...
Membawa kedamaian yang sedap...

Kelembutan Bulan...
Memberikan ketenangan jiwa...
Bahwa dalam malam penuh kegelapan...
Masih ada harapan dan asa...

Sang Kasih yang memberi diri

Seorang pria...
Sederhana...
Bersahaja...
Penuh Kharisma...

Melayani karena cinta...
Menyembuhkan karena iba...
Menyelamatkan dengan menderita...
Menawarkan keselamatan bagi sesama...

Ia adalah Allah...
Allah yang menjadi manusia...
Ia adalah Allah...
Allah yang mengambil rupa seorang hamba...

Dunia tidak mengenal DIA...
Dunia menolak DIA...
Tetapi Ia mengasihi dunia...
Oleh karena kitalah Ia menderita...

Ia disiksa..
Ia didera...
Ia menderita...
Ia dihina...

Pada puncak penderitaanNya...
Disaliblah ia berada...
Memandang mereka yang menyerahkanNya...
Bersimbah darah dan luka...

Namun pada hari ketiga...
Ia menggenapi janjinya...
Ia bangkit dari alam baka...
Naik dalam kemuliaan Surga...

Ia menyiapkan tempat bagi kita...
Roh Kudus diberikanNya pada kita...
Supaya kita tetap setia...
Sampai kita bersama DIA selamanya...