Senin, 02 Agustus 2010

Memandang DIA

Saat hari baru tiba...
Mentari menyapa...
Berkat baru tersedia...
Saatnya kumemandang DIA...

Malam menjelang...
Mentari telah berpulang...
Bumi beristirahat...
Saatnya kumemandang DIA...

Ketika duka...
berderai air mata...
Seolah-olah semua tak berharga...
Saatnya kumemandang DIA...

Kala Suka...
Semua begitu Indah...
Dunia pun tersenyum bahagia...
Saatnya kumemandang DIA...

Setiap Masa...
Setiap Rasa...
Kiranya kuselalu memandang DIA...
Karena teringat betapa KasihNYA yang Sempurna...


Menyapa sang Mentari

Pagi menjelang...
Sang Mentari menjulang...
Menyapa alam dengan berseri...
Membawa cahaya Illahi...

Burung hinggap kesana kemari...
Menyapa kehadiran Sang Mentari...
Kicau suara merdu menyanyi...
Menemani Cahaya kemilau menyinari...

Rumput hijau melambai...
Menyapa dengan tarian indah gemulai...
Bersama bunga warna warni...
Menyemarakan datangnya pagi...

Wahai, Sang Mentari...
Kehangatanmu yang menyelimuti...
Warna emas yang bersinar...
Tanda keagungan Allah yang terpancar...



Jemari Kecil Pendoa Mungil



Jemari kecil...
Saling mengenggam...
Satu dengan lain...
Saling terpaut...

Jemari kecil...
Erat menggenggam...
Menggengam harapan...
Mengenggam pinta...

Pendoa Mungil...
Berdoa dengan berani...
Penuh kepolosan...
Penuh Ketulusan...



Pendoa Mungil...
Menyapa Allah...
Menaikkan doa...
Dengan tutur kata yang sederhana...

Pendoa Mungil...
Dekat dengan Allah...
Karena Allah cinta anak-anak...
Dan meletakkan mereka dalam pangkuanNya...

Minggu, 01 Agustus 2010

Kecapi dan Nafiri

Kecapi...
Barisan senar yang tertata rapi...
Alunan musik lembut menari...
Menciptakan iringan alunan melodi...

Nafiri...
Sang gagah yang pemberani...
Suara nyaring terdengar ke seluruh penjuru bumi...
Menjadikan semangat berapi-api...

Kecapi...
Suara indah dalam harmoni...
Membawa pikiran ke alam mimpi...
Menyanyikan keindahan Alam Surgawi...

Nafiri...
Suara membahana membangkitkan nyali...
Menjadikan pendengar mawas diri...
Tanda bersiap dan bersehati...

Kecapi dan Nafiri...
Saling melengkapi, Saling mengisi...
Menciptakan harmonisasi di atas bumi...
Memuji Tuhan bersama Paduan Suara Surgawi...

Malaikatku

Malaikatku...
Waktu ku berdoa...
Kau ada disekitarku...

Malaikatku...
Waktu ku merasa sendiri...
Kau pasti ada disampingku..

Malaikatku...
Waktu ku sedih...
Kau ada untuk menghibur aku...

Malaikatku...
Waktu ku bergembira...
Kau juga ikut menari bersamaku...

Malaikatku...
Yang diutus Bapaku...
Untuk melindungi diriku...

Malaikatku...
Aku tak mengenalmu...
tapi aku tau kau selalu ada untukku...

(Pada Perayaan Pesta Para Malaikat Pelindung, 2 Oktober 2009)

Rosario

Dua tanda salib pada awal dan akhir...
Satu Syahadat Para Rasul...
Enam Bapa Kami...
Satu Salam Putri Allah Bapa...
Satu Salam Bunda Allah Putra...
Satu Salam Mempelai Allah Roh Kudus...
Enam Kemuliaan...
Enam Terpujilah...
Lima Peristiwa dalam tiap peristiwa Gembira, Terang, Sedih dan Mulia...
Lima Doa Fatima...
Lima Puluh Salam Maria...


Itulah Doa Rosario...
Setiap doa adalah kuntum-kuntum mawar...
yang dirangkai menjadi satu untaian...
Dan kepada Bunda Maria semua itu kupersembahkan...

(Pada bulan Rosario, Oktober 2009)


Ruang Sunyi dalam Hati

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Ada suka...
Ada pula duka...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Ada yang indah dikenang...
Ada yang tak sepatutnya terkenang...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Tersanjung...
Terhibur...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
Terluka...
Tertusuk...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
dari belia...
sampai tutup usia...

Hati manusia...
Menyimpan banyak perkara...
namun ada satu ruang sunyi...
ruang sunyi yang tidak terganti...

Ruang Sunyi dalam hati...
Yang hanya diisi oleh Allah sendiri...
Sebab hati adalah bait Allah yang suci...
Tempat Allah bertahta dan memberkati...